Sabtu, 11 Januari 2014

“REKONSTRUKSI PERGERAKAN PEMUDA SEBAGAI DIRECTOR OF CHANGE BANGSA”




“REKONSTRUKSI PERGERAKAN PEMUDA  SEBAGAI
DIRECTOR OF CHANGE BANGSA”
 
Oleh:
SIRAJUDDIN
(CP: 085282700636)


Disusun untuk mengikuti  kegiatan
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT MAHASISWA

dengan Tema
“GORESAN  PERJUANGAN AKADEMISI
DALAM AKTUALISASI INTEGRASI BANGSA”
Yang diselenggarakan oleh:
DEWAN MAHASISWA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
MANADO
2013



KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum wr. wb.
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha Esa, Allah swt oleh karena berkat rahmat, taufiq dan hidayahnyalah sehingga Alhamdulillah karya tulis ilmiah sederhana ini dapat selesai tepat pada waktunya dengan  judul “REKONSTRUKSI PERGERAKAN PEMUDAH  SEBAGAI DIRECTOR OF CHANGE BANGSA”..
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis lebih mengarahkan bagaimana Mahasiswa yang merupakan bagian dari pemudah  memiliki perang strategis dan tanggung jawab besar  untuk kemajuan bangsa. Ini terlihat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dimana  gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional.
            Penulis menyadari bahwa  Karya Tulis Ilmiah ini terdapat banyak kekurangan dalam penulisannya, baik dari teknik penulisan, metodologi, maupun substansinya, sehingga penulis menghimbau masukan dan kritikanya yang bersifat membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb                                    
                                                                                                            Manado.25 Oktober 2013

   Penulis






DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………
Daftar isi………………………………………………………………………………......
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah……………………………………………………………..……..
B.     Rumusan Masalah ………………………………………………………………….………
C.     Manfaat Penulisan…………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pemudah Memiliki Peran dan Pengaruh Besar   Terhadap Bangsa…………………..
B.     Pemudah Sebagai Director of Change…………………………………..……….....
C.     Sosok Pemudah Harapan Bangsa  dimasa Yang Akan Datang …………………......
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan…………………………………………………………………………………
B.     Saran………………………………………………………………………….....................
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pepatah mengatakan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya.  maka tatkala kita membahas peran  pemuda dan mahasiswa, tergambar sejumlah pesan sejarah mengenai posisi yang strategis sebagai Pengerak Penentu perjalanan perjuangan bangsa-bangsa di dunia dari zaman ke zaman (Lukman Hakim;2003).
Maka  ikrar Sumpah Pemuda yang telah dikumandangkan sejak tanggal 28 Oktober 1928.  Adalah  bukti ide, gagasan dan Pergerakan perjuangan pemudah sudah banyak berkontribusi dalam membangun bangsa ini mulai dari bidang hukum, sosial, dan bidang lainnya. Dengan melihat kenyataan tersebut maka Pantaslah disandangkan bahwa pemudah adalah Director of Change,  Pencetus , penggerak dan tulang punggung negara”. oleh karena itu masa depan negeri ini sangat tergantung padanya. Jika ia tumbuh dan bekembang dengan baik maka bangsa ini pun kelak menjadi bangsa yang maju peradabannya.
Namun waktu terus berjalan dan tak akan dapat terulang lagi. Hanya sejarahlah yang dapat dimintai bantuannya sebagai petunjuk agar kesalahan lalu tidak terulang kembali. Perkembangan akan nilai-nilai kehidupan, kemajuan teknologi dan pemikiran manusia pun tumbuh dengan pesatnya. Kita saksikan bagaimana teknologi mampu membuat dunia ini menjadi tanpa hambatan jarak dan batas. Ditambah dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi begitu cepat mengalami pembaharuan. Ditengah-tengah kemajuan teknologi dan peradaban dunia saat ini kondisi negara kita sedang mengalami penurunan dari berbagai sektor, baik itu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sosial dan sektor lainnya sehingga mengakibatkan keterpurukan di berbagai sektor vital menghinggapi negeri ini, krisis di bidang politik, hukum, ekonomi hingga permasalahan moral pun menimpa bangsa yang mengaku sebagai negara yang beragama ini. Di negeri ini banyak orang yang lahir, tumbuh sampai ia mati tak pernah sedikit pun ia merasakan kehidupan dan pekerjaan yang layak baginya. Hasil survei angkatan kerja nasional Februari 2007 mencatat, jumlah penganggur di Tanah Air sebanyak 10,55 juta orang, atau sekitar 9,75 persen, dan sebanyak 740.206 orang, atau sekitar 7,02 persen tercatat sebagai penganggur dari kalangan yang mengenyam pendidikan tinggi. Dengan data yang cukup menyedihkan itu seharusnya para pemuda di negeri ini merasa prihatin dan was-was akan masa depan mereka. Tetapi banyak dari para pemuda di negeri ini tidak punya orientasi yang jelas mengenai visi hidupnya. Bagaimana dapat kita saksikan generasi muda saat ini menjadi korban dari era globalisasi atau budaya negatif dunia barat (victim globalization) yang sarat akan kehidupan hedonis (keduniawian), pakaian yang menampakan aurat, pergaulan bebas, dan lainnya. Sifat yang senang akan kekerasan juga telah merasuki jiwa para pemuda masa kini, sehingga menimbulkan perkelahian dan tawuran.
Jika melihat keadaan para pemuda Indonesia saat ini rasa-rasanya sulit bagi kita untuk mengidamkan negeri ini menjadi pemimpin peradaban di dunia ini seperti yang di idam-idamkan oleh kita semua. Mustahil mendapatkan hasil yang yang lebih baik dengan usaha yang sama dengan sebelumnya. Untuk mengetahui bagaimana keadaan suatu Negara di masa depan maka lihatlah kehidupan para pemudanya masa kini. Oleh karena itu sangat perlu untuk mengembalikan dan memulihkan semangat pergerakan Pemudah saat ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Sejauh manakah  peran pemudah dalam kemajuan bangsa?
2.      Mengapa Pemuda  sebagai Director of Change Bangsa?
3.      Siapakah sosok Pemudah yang menjadi Harapan Bangsa  di masa yang akan datang?
C.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk menambah wawasan tentang Peranan penting pemudah untuk kemajuan bangsa.
2.      Untuk mengubah Paradigma berpikir bahwa pemudah adalah Direktor of Change Bangsa  Bukan agen Perubahan.
3.       Untuk mengetahuai sosok pemudah yang menjadi harapan bangsa  dimasa yang akan datang.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pemuda Memiliki Peran dan Pengaruh Besar   Terhadap Bangsa
Sejarah suatu bangsa selalu dimulai dengan cerita dengan sebuah judul yang bercerita tentang peran besar para pemuda. Tak peduli apa itu sebuah revolusi atau sebuah reformasi, maka pemuda selalu menjadi aktor sejarah yang senantiasa hadir ketika suatu bangsa membutuhkan suatu ide besar dalam perjuangannya. Ide besar yang muncul dari sebuah inspirasi murni yang keluar dari akal dan nurani bersih yang di miliki oleh pemuda. Inspirasi besar yang memunculkan ide-ide besar dan pada akhirnya menghasilkan kinerja-kinerja besar untuk mengubah arah haluan sejarah suatu bangsa. Mereka tidak hanya memulai perubahan, tapi juga mengisi perubahan itu dan menuntaskannya. Maka dari itu, sepertinya wajar jika di katakan bahwa takdir sejarah senantiasa hinggap di tangan para pemuda.
            Ikrar Sumpah Pemuda telah dikumandangkan sejak tanggal 28 Oktober 1928. Sudah banyak kontribusi pemuda dalam membangun bangsa ini mulai dari bidang hukum, sosial, dan bidang lainnya. “Pemuda adalah tulang punggung negara”, kata-kata inilah yang biasanya sering kita dengar dalam pidato-pidato dalam rangka merayakan hari sumpah pemuda, oleh karena itu masa depan negeri ini sangat tergantung padanya. Jika ia tumbuh dan bekembang dengan baik maka bangsa ini pun kelak menjadi bangsa yang maju peradabannya, dan sebaliknya jika ia tidak mampu berkembang maka habislah peradaban negeri ini. Di berbagai media massa baik itu elektronik maupun cetak banyak program yang sengaja dibuat dengan mengambil daya tarik kaula muda. Sosok pemuda merupakan ikon yang memiliki nilai komersial tinggi dikarenakan senantiasa energik, lincah dan kreatif serta sedang berada dalam fase fisik kesempurnaannya. Pemuda selalu memiliki kekhasan dalam karakternya yang bersifat dinamis, mudah belajar dan beradaptasi dengan lingkungannya. Sosok-sosok pemuda yang sering dimunculkan pada media khususnya televisi adalah figur-figur yang mudah bergaul, modis, glamour, dan memilki pesona wajah yang indah untuk dilihat. Kehidupannya pun lurus dan lancar saja tanpa ada kendala apalagi halang rintang. Hari-harinya dipenuhi dengan senang-senang dan bercanda dengan sesamanya. Seolah-olah apa yang dimunculkan kepada mayarakat luas adalah mencerminkan kehidupan riil dari kaula muda di Indonesia.
Jika kita mengigat masa lalu dalam sejarah kebangkitan Indonesia menuju negara yang merdeka dari penjajahan, dapat kita saksikan tokoh-tokoh pemuda mampu melakukan sebuah perjuangan yang luar biasa. Tokoh-tokoh pemuda pada waktu itu mampu menyatukan diri dengan pemuda-pemuda di daerah lainnya dalam Sumpah Pemuda sebagai upaya mempersatukan bangsa ini. Meskipun mereka dipisahkan oleh suku, agama, dan bahasa, tetapi itu bukanlah penghalang. Dapat kita saksikan pula bagaimana seorang Soekarno mampu menjadi proklamator sekaligus pemimpin di negeri ini ketika beliau masih berusia muda.
Kita tentu ingat perkataan beliau, “Berikan padaku10 orang pemuda, niscaya aku akan mengguncangkan dunia”. Disinilah letak keyakinan bahwa pemuda memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi pilar-pilar pembangunan sebuah negara. Jika para generasi muda itu dipersiapkan dengan pembinaan yang membuatnya tumbuh besar maka ia kelak akan menjadi insan-insan pengukir prestasi dalam sejarah peradaban negeri ini, sebaliknya jika ia diperlakukan biasa saja bahkan dibuat tidak pernah berpikir mandiri maka ia hanya akan membebani bangsa ini.
B.     Pemudah Sebagai Director of Change
Director Berasal dari bahasa Inggris yang artinya Direktur, sedangkan Direktur dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai orang yg bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, atau bisa juga dikatakan pencetus. Dengan mengetahui bahwa pemudah memiliki peranan dan pengaruh penting  terhadap nasib bangsa kedepannya, maka seorang Pemudah dan Mahasiswa harus menjadi lokomotif penggerak ditengah-tengah masyarakat nantinya.


1.      Pergerakan Pemudah masa Dahulu
Bangsa Indonesia disadarkan bahwa untuk dapat mencapai kemerdekaan, seharusnnya ada persatuan dan perasaan senasib yang melandasi perlawanan terhadap penjajah. Setelah dipelopori Budi Utomo sebagai organisasi kebangsaan pertama, bermunculanlah sekian banyak organisasi kebangsaan lainnya. Muhammadiyah, NU, Serikat Dagang Indonesia, Taman Siswa, sampai dengan PNI sebagai partai pertama yang dimiliki bangsa ini adalah contohnya. Kesemuanya memiliki orientasi dan cita-cita yang sama, persatuan dan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sampai pada hari yang sangat menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Kongres ini setidaknya menghasilkan tiga poin penting, yakni kesadaran berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia, dan berbahasa nasional, Bahasa Indonesia. Inilah momen dimana semangat nasionalisme dikobarkan dan sedikit demi sedikit perasaan kedaerahan yang berlebihan dikikis dan diminimalkan. Inilah akselerator perjuangan perlawanan terhadap penjajah yang akhirnya mencapai titik kulminasinya melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Inilah keadaan pemuda pada zaman pergerakan, hampir satu abad yang silam.
2.      Pergerakan pemuda masa kini
Derasnya arus Globalisasi sekarang ini ternyata mempengaruhi Perkembangan akan nilai-nilai kehidupan. Kemajuan teknologi dan pemikiran manusia pun tumbuh dengan pesatnya, realita yang kita saksikan bagaimana teknologi mampu membuat dunia ini menjadi tanpa hambatan jarak dan batas. Ditambah dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi begitu cepat mengalami pembaharuan. Ditengah-tengah kemajuan teknologi dan peradaban dunia saat ini kondisi negara kita sedang mengalami penurunan dari berbagai sektor, baik itu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sosial dan sektor lainnya sehingga mengakibatkan keterpurukan di berbagai sektor vital menghinggapi negeri ini, krisis di bidang politik, hukum, ekonomi hingga permasalahan moral pun menimpa bangsa ini. Lebih Parahnya lagi dampak negatif arus globalisasi tersebut ternyata justru di adopsi oleh para pemudah kita. Maka hanya sejarahlah yang dapat dimintai bantuannya sebagai petunjuk agar kesalahan lalu tidak terulang kembali.
Oleh karena itu sangat perlu Rekonstruksi semangat pergerakan pemudah dan mahasiswa saat ini dengan berkaca pada sejarah kaum pemuda dahulu. Pergerakan pemudah tidaklah semua identik dengan harus turun dijalan untuk meneriakkan perubahan, tetapi dengan menyadari dan memahami hakikat serta tanggung jawab kita sebagai Pemudah yang harus menjadi Direktur atau pencetus, pengarah dan motor penggerak ditengah masyarakat, maka kita akan lebih optimis akan kemajuan Bangsa kedepannya.
Mahasiswa yang merupakan bagian dari pemudah Apabila menyadari tugas dan tanggung jawabnya, maka ini akan menjadi perubahan yang luar biasa. Contoh :
a.       Mahasiswa jurusan Hukum, belajar sungguh-sungguh sehingga nantinya bisa menjadi Direktur atau pencetus bagaimana melahirkan tatanan hukum yang adil dan bermartabat.
b.      Mahasiswa jurusan Sosial politik, belajar sungguh-sungguh sehingga nantinya bisa menjadi Direktur atau pencetus bagaimana melahirkan tatanan politik yang baik untuk kemajuan bangsa.
c.       Mahasiswa kedokteran bagaimana mengobati dan menemukan obat baru untuk kesehatan masyarakat.
d.      Mahasiswa teknik menjadi Direktur atau pencetus bagaimana manata dan memperkokoh  nantinya  bangsa dari segi bangunan infrastruktur.
e.       Mahasiswa Keguruan Menjadi Direktur atau pencetus bagaimana mendidik anak-anak bangsa menjadi calon pemimpin masa depan.
Ini adalah suatu gerakan yang begitu luar biasa manakala semua saling bahu-membahu antar pemuda serta semua kompenen bangsa.


C.    Sosok Pemudah Harapan Bangsa Dimasa Yang Akan Datang.
Menjadi sosok seorang pemudah harapan bangsa adalah pemuda yang berusaha menjadi seorang Director of Change bangsa namun tidaklah gampang karena  memiliki beberapa kriteria, sekiranya ada 4 kriteria yang harus dimiliki yaitu:
1.      Berjiwa spiritualis.
Maksudnya, setiap tingkah lakunya di jalankan dengan penuh kehati-hatian dan ketaqwaan kepada sang pencipta. Ia tidak berani menyia-nyiakan masa mudanya dengan aktivitas keduniawian yang melalaikan. Ia menyadari dirinya telah dianugerahi akal yang luar biasa untuk berpikir sehingga selalu memberdayakan akal itu menjadi sebuah kreatifitas yang berwujud karya dan prestasi. Rasa syukur atas nikmat Tuhan itu yang selalu mengiringi langkahnya. Sikap spiritualis merupakan pondasi dasar dari kepribadian manusia. Pemuda-pemuda Indonesia haruslah memiliki pondasi dasar itu, yaitu berupa kepribadian yang taqwa, santun dan bersahabat.

2.      Berintelektualitas  tinggi
Memiliki kapasitas untuk mampu memiliki daya saing dengan pemuda lainnya terlebih dengan bangsa lain. Hari-harinya dipenuhi dengan aktifitas mencari ilmu, ia tidak pernah terpuaskan dengan apa yang diperolehnya hari ini. Bahkan ia merasa dirinya masih sangat kekurangan ilmu, sehingga ia selalu mencari jalan bagaimana agar dirinya memperoleh pengetahuan baru tiap harinya. Oleh karena itu perbaikan dan pembangunan sektor pendidikan di negeri ini harus di prioritaskan agar sumber daya manusia kita kelak menjadi yang profesional, sesuai bidang keilmuannya dan memiliki kemampuan membawa bangsa dan Negara ini ke arah peradaban teknologi dunia.
3.      Berpikir visioner
Mau berpikir jauh ke arah masa depan, ia mampu menjadi pionir bagi pemuda-pemuda lain dalam bergerak. Dalam berinteraksi dengan lingkungannya senantiasa memiliki ide-ide inovatif dan brilian untuk diterapkan. Ilmu yang dimilikinya membuat ia mampu berpikir strategis merencanakan masa depannya. Ia tidak terjebak oleh bayang-bayang masa lalunya, dengan segera ia menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga yang tidak akan terulang kembali olehnya. Visi hidup mutlak diperlukan oleh para pemuda Indonesia jika ingin memperoleh masa depan gemilang. Karena dengan visi itu ia akan membuat langkah-langkah yang sistematis tidak asal mengalir saja.
4.      Berkarakter  kuat
Pemuda yang memiliki kepribadian yang tidak mudah mengeluh, tidak gampang menyerah dan pantang menjadi beban bagi orang lain. Kehidupannya ia jalani dengan penuh kesederhanaan meskipun ia mampu melakukan lebih. Membangun karakter kuat itu haruslah dimulai dari sebuah kebiasaan yang positif dan mau keluar dari kondisi nyaman. Mereka yang tidak mau merubah usahanya maka akan memperoleh hasil yang sama saja dengan sebelumnya. Bagi yang memiliki kepribadian kuat dalam dirinya ia akan berusaha mewujudkan cita-citanya dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya dan usaha yang dilakukan adalah maksimal (100%) tidak setengah-setengah. Kemauan itu tertanam dalam dirinya sehingga tidak ada yang mampu menggoyahkan jalan kehidupannya. Karakter ini yang harus ditumbuh kembangkan kepada generasi muda Indonesia hari ini. Diharapkan dengan menyadari keadaan Indonesia yang sedang berada dalam keterpurukan saat ini, para pemuda tergerak menjadi berpikir kritis dan bertindak solutif terhadap permasalahan Negari saat ini. Sehingga setiap detik dalam aktifitas kehidupannya menjadi sesuatu hal yang bermanfaat.
Kriteria-kriteria tersebut harus dipupuk dan dibina sedini mungkin sehingga benar-benar dapat menghasilkan Pemudah Director of Change Bangsa dimasa yang akan datang.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan seluruh pembahasan dan pengertian dalam Karya Tulis Ilmiah ini, maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan:
1.      Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.
2.      Pemudah memiliki Peran dan pengaruh besar untuk kemajuan bangsa kedepannya.
3.      Pemudah adalah Director of Change Bangsa, yang harus menjadi pencetus, pengarah, dan motor penggerak untuk kemajuan bangsa.
4.      Jadi, untuk menjadi seorang pemudah Director of change bangsa sekiranya ada 4 kriteria yang harus dimiliki yaitu: Berjiwa spritualis, Berintelektualitas yang tinggi, Berpikir visioner dan berkarater kuat.
B.     Saran
Pepatah mengatakan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Maka dengan mengenal dan mengingat kembali sejarah yang telah ditorehkan oleh kaum pemuda sebelumnnya, mudah-mudahan membuat semangat kaum pemudah hari ini pulih sedia kala untuk berkobar kembali dan bisa menjadi Director of Change Bangsa demi kejayaan Indonesia kedepannya, kerana kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan hari ini kapan lagi.



DAFTAR PUSTAKA

Hakam.Arifin. KARYA TULIS “USAHA MENCIPTAKAN GENERASI MUDA YA20NG TANGGUH” _ arifinhakam.ht.( diakses tanggal 20 oktober 2013).
(Tanpa nama).Karya tulis ilmiah”pemudah yang cermat”.2012.
Demoffy.andie. Rekonstruksi Gerakan Pemuda dalam Upaya Mengembalikan Masa Depan Bangsa _ andie demoffy.htm. .( diakses tanggal 19 oktober 2013).
Japar.apep.  SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH.2013. new  SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH.htm( diakses tanggal 19 oktober 2013).
Pranala (link) Permanen: http://kbbi.web.id/direktur ( diakses tanggal 19 oktober 2013).